Pages
Sebenarnya sudah berbulan-bulan lalu saya mengunjungi museum bank Mandiri ini namun malas sekali untuk menulis museum paling menyeramkan ini. Cukup berjalan 500 meter dari museum bank Indonesia atau tepatnya di seberang statiun kota museum bank Mandiri ini terletak. Kalau museum Indonesia berupaya menceritakan sejarah Indonesia melalui perekonomian, maka museum bank Mandiri ini adalah sebuah gudang umum. Walaupun sudah berusaha menata dan menambah diorama tetap saja saya merasa seperti datang ke dalam gudang perusahaan, beragam peralatan perbankan dari berbagai jaman dipajang lantai pertama.
Naik ke lantai atas bisa dengan mudah menemukan semua tetek bengek bank Mandiri dari pertama kali mereka berdiri, bahkan foto semua direktur utama dipajang rapi dalam sebuah kamar. Overall memang tidak ada yang begitu menarik dalam museum ini kecuali anda mau uji nyali atau membuat film horor, dengan bangunan yang maha luas maen petak umpet dijamin seru. Bahkan mengeksplore gedung museum ini jauh lebih menarik dari pada isinya, saya bisa leluasa menemukan ruangan-ruangan tersembunyi bahkan tangga menuju gudang lantai atas tanpa sengaja saya temukan. Kalau boleh saya sarankan lebih baik mengunjungi museum bank Mandiri ketika malam hari karena akan jauh lebih seru bayangkan anda terjebak di gedung kuno yang luas, museum mana yang bisa memberikan adrenaline seperti ini, itupun kalau memang buka malam hari.
Lantai 2:
Sehubungan dengan adanya hujan bintang kemaren saya terpaksa manyun di lantai dua kosan sampai pukul 2:30 pagi, sayangnya hujan yang diharapkan sama sekali tidak muncul di langit Jakarta dan terpaksa untuk mengobati kekecewaan. Saya pun bermain dengan superzoom Olympus dengan objek sahabat bintang yakni bulan. Ternyata wajah bulan tidak secantik namanya, dan ada perasaan takjub ketika bisa melihat bulan lebih dekat, tentunya untuk orang Indon lebih takjub ketika kawin dan anak lahir dari pada bisa melihat bulan lebih dekat, sekarang anda tahu kenapa tidak ada astronot dari Indonesia.
Namanya Wish Flower dari crystal garden, salah satu penemuan ajaib saya di hutan segala ada Gandaria City, sesuai namanya Wish flower good luck ini mampu memberikan keberuntungan tapi sebelum untung saya harus buntung dengan merogoh kocek sebesar Rp 105.000. Keberuntungan memang tidak datang gratis dan tanpa usaha, begitupun Wish Flower ini karena dalam paketnya terdapat beberapa item yang harus kita racik. Buat yang masih penasaran dengan Wish Flower dari crytal garden ini sebenar apa? Sejatinya ini adalah sebuah hiasan atau pernak-pernik untuk menghias meja maupun ruangan. Lalu bagaimana serunya meracik sebuah Wish Flower?
Beberapa bahan yang tersedia dalam paket penjualan, total ada tujuh item. Penggunaan bahan-bahan ini pun sederhana sekali. Tinggal masukan air panas lalu campur bubuk ajaib kemudian aduk sampai rata setelahnya masukan batu setengah bundar. Sisanya tinggal bengong dan amati saja, tapi pertumbuhan kristal ini memakan waktu harian bukan jam! Jika anda benar meraciknya dalam satu minggu sudah akan kelihatan hasil, dibutuhkan 15 hari sampai kristal tumbuh secara sempurna.
![]() |
Wisf Flower setelah beberapa jam nampak bunga crystal mulai muncul |
Nah, setelah 15 hari buka tutupnya dan buang airnya setelah itu kembali tutup. Selanjutnya adalah tinggal menikmati Wish Flower di atas meja kantor atau di dalam kamar, selain dijadikan hiasan, Wish Flower ini bisa menjadi lampu tidur sebab terdapat lampu di bawah tutup botol. Kalau kita tekan tombol di atas penutup botol maka lampu akan menyinari kristal dan memancarkan cahaya temaram dari kristal, sehingga cocok banget jadi teman tidur.
Note:
ini adalah museum yang paling sering saya kunjungi, pertama kali waktu smp atau sekitar 15 tahun yang lalu. Waktu itu kondisi museum ini sangat menyedihkan sudah sepi pengunjung, gelap dan angker pula bahkan pernah ada gosip kalau museum zoology Bogor ini memamerkan kuntilanak. Memang tidak masuk akal namun berkat gosip murahan ini membuat warga Bogor berbondong-bondong datang, itulah gambaran betapa menyedihkannya museum ini. Namun sekarang pengelola melakukan langkah pintar yakni dengan menyatukan museum ini dengan kebun raya Bogor, sehingga pengunjung kebun raya mempunyai hal baru yang bisa di lihat.
Langkah ini terbukti efektif pengunjung membludak, museum zoology Bogor satu-satunya museum yang pernah saya lihat padat pengunjungnya. Kendati begitu selama 15 tahun pula museum yang mengawetkan berbagai fauna ini tidak pernah menambah koleksinya, saya tidak melihat perubahan selain letak koleksinya. Dengan kondisi indonesia yang kaya satwa memang tidak masuk akal tapi taktik pengelolaan yang cerdas mampu menyelamatkan nama museum ini dari tempat terangker menjadi museum paling terkenal di Bogor.
Danau
istana Bogor merupakan spot terbaik di Kebun Raya Bogor, god dammit i
love this place. Sayangnya taman yang terletak di dalam kebun raya
ini, merupakan favorit kaum alay dan Indon, biasanya mereka bawa
tiker terus ngampar sambil bawa rantang lalu makan dan membuang sampah
seenak jidat mereka, bahkan ada sampah yang dilempar langsung ke dalam danau.
Kalau saya pelototin kaum hina ini, biasanya pura-pura nggak liat dan
cuek. Beneran nggak ngerti sama mereka, padahal masuk ke dalam Kebun Raya ini bayar dan tentunya nggak butuh seorang jenius, buat tahu kalau tempat publik seperti ini sudah pasti nggak boleh buang sampah sembarangan.
Kalau dibilang alay marah, dibilang kampungan ngamuk apa lagi dibilang indon? Tapi kelakuan macam manusia nggak punya otak di taman sebagus ini saja masih buang sampah sembarangan, apa masih bisa dibilang manusia? Well, cukup sudah, sekarang nikmati saja foto-fotonya.

We decide it to skip office and stright to mall not only for skip some routine dan stressfull but one of my friends gambon need badly some shirt, i'm kind person who doesnt really care where my shirt come. But for gambon being up dated with some branded shirt is really important, we spinning around for hours in mall and finally found some simple blue shirt on store name pull a bear. Yes its simple and expensive ata the same time...i just wanna said doh! for spend hundred on a shirt.
Subscribe to:
Posts (Atom)