Pages
ini adalah museum yang paling sering saya kunjungi, pertama kali waktu smp atau sekitar 15 tahun yang lalu. Waktu itu kondisi museum ini sangat menyedihkan sudah sepi pengunjung, gelap dan angker pula bahkan pernah ada gosip kalau museum zoology Bogor ini memamerkan kuntilanak. Memang tidak masuk akal namun berkat gosip murahan ini membuat warga Bogor berbondong-bondong datang, itulah gambaran betapa menyedihkannya museum ini. Namun sekarang pengelola melakukan langkah pintar yakni dengan menyatukan museum ini dengan kebun raya Bogor, sehingga pengunjung kebun raya mempunyai hal baru yang bisa di lihat.
Langkah ini terbukti efektif pengunjung membludak, museum zoology Bogor satu-satunya museum yang pernah saya lihat padat pengunjungnya. Kendati begitu selama 15 tahun pula museum yang mengawetkan berbagai fauna ini tidak pernah menambah koleksinya, saya tidak melihat perubahan selain letak koleksinya. Dengan kondisi indonesia yang kaya satwa memang tidak masuk akal tapi taktik pengelolaan yang cerdas mampu menyelamatkan nama museum ini dari tempat terangker menjadi museum paling terkenal di Bogor.
Danau
istana Bogor merupakan spot terbaik di Kebun Raya Bogor, god dammit i
love this place. Sayangnya taman yang terletak di dalam kebun raya
ini, merupakan favorit kaum alay dan Indon, biasanya mereka bawa
tiker terus ngampar sambil bawa rantang lalu makan dan membuang sampah
seenak jidat mereka, bahkan ada sampah yang dilempar langsung ke dalam danau.
Kalau saya pelototin kaum hina ini, biasanya pura-pura nggak liat dan
cuek. Beneran nggak ngerti sama mereka, padahal masuk ke dalam Kebun Raya ini bayar dan tentunya nggak butuh seorang jenius, buat tahu kalau tempat publik seperti ini sudah pasti nggak boleh buang sampah sembarangan.
Kalau dibilang alay marah, dibilang kampungan ngamuk apa lagi dibilang indon? Tapi kelakuan macam manusia nggak punya otak di taman sebagus ini saja masih buang sampah sembarangan, apa masih bisa dibilang manusia? Well, cukup sudah, sekarang nikmati saja foto-fotonya.

We decide it to skip office and stright to mall not only for skip some routine dan stressfull but one of my friends gambon need badly some shirt, i'm kind person who doesnt really care where my shirt come. But for gambon being up dated with some branded shirt is really important, we spinning around for hours in mall and finally found some simple blue shirt on store name pull a bear. Yes its simple and expensive ata the same time...i just wanna said doh! for spend hundred on a shirt.
Hari kedua setelah lebaran saya dan teman kantor tetap memutuskan untuk menikmati lenggangnya Jakarta kembali hilir mudik dari satu tempat papan atas ke tempat papan atas lainnya dan saya menemukan both boneka Russia atau Matryoshka doll. Cute stuff is like cryptonite for my pocket tapi untungnya kali ini saya lebih kuat dari superman, sekalipun tertulis disc 30% akal sehat lebih juara untuk berkata tidak pada boneka kayu rakyat dengan harga selangit but hey their so adorable.
Hari pertama setelah lebaran ternyata kantor hanya di isi tidak lebih dari tujuh orang saja, dari pada manyun di kantor saya bersama tiga orang teman memutuskan untuk bersenang-senang di tempat favorite warga ibu kota kelas atas. Mulai dari Gandaria City sampai Grand Indonesia kami sambangi sekadar menghilangkan kebutekan dan juga menghilangkan uang THR dari dompet.
Pukul
dua pagi, saya memutuskan untuk pergi dari rumah dan kembali menikmati
Jakarta yang lenggang di kala lebaran. Namun apa dikata, ternyata semua
bus di terminal habis untuk mudik, hingga akhirnya saya memutuskan untuk
menggunakan moda transpotasi paling menyesakan dada di kala hari normal,
yakni kereta api.
Sepi itu menyenangkan, andai setiap hari bisa seperti
ini, impian busuk di tengah 250 juta manusia yang terus berkembang biak. Just enjoy the picture.
Subscribe to:
Posts (Atom)