Facebook Me

download untuk Gramedia digital best romance novel

Tour De Museum Part 9 Museum Zoology Bogor

ini adalah museum yang paling sering saya kunjungi, pertama kali waktu smp atau sekitar 15 tahun yang lalu. Waktu itu kondisi museum ini sangat menyedihkan sudah sepi pengunjung, gelap dan angker pula bahkan pernah ada gosip kalau museum zoology Bogor ini  memamerkan kuntilanak. Memang tidak masuk akal namun berkat gosip murahan ini membuat warga Bogor berbondong-bondong datang, itulah gambaran betapa menyedihkannya museum ini. Namun sekarang pengelola melakukan langkah pintar yakni dengan menyatukan museum ini dengan kebun raya Bogor, sehingga pengunjung kebun raya mempunyai hal baru yang bisa di lihat.   

Langkah ini terbukti efektif pengunjung membludak, museum zoology Bogor satu-satunya museum yang pernah saya lihat padat pengunjungnya. Kendati begitu selama 15 tahun pula museum yang mengawetkan berbagai fauna ini tidak pernah menambah koleksinya, saya tidak melihat perubahan selain letak koleksinya. Dengan kondisi indonesia yang kaya satwa memang tidak masuk akal tapi taktik pengelolaan yang cerdas mampu menyelamatkan nama museum ini dari tempat terangker  menjadi museum paling terkenal di Bogor.

This museum also have great souvenir, sayangnya sedikit mahal untuk keychain berisi hewan ukuran besar seharga 25 ribu dan kecil 15 ribu. Kalau kalian avid fans naturalist mjuseum zoology Bogor  adalah tempat yang wajib di kunjungi, jika sudah puas anda bisa lanjut dengan menikmati kebun raya Bogor. 

Related Post

Danau Istana Bogor

Danau istana Bogor merupakan spot terbaik di Kebun Raya Bogor, god dammit i love this place. Sayangnya taman yang terletak di dalam kebun raya ini,  merupakan favorit kaum alay dan Indon, biasanya mereka bawa tiker terus ngampar sambil bawa rantang lalu makan dan membuang sampah seenak jidat mereka, bahkan ada sampah yang dilempar langsung ke dalam danau. Kalau saya pelototin kaum hina ini, biasanya pura-pura nggak liat dan cuek. Beneran nggak ngerti sama mereka, padahal masuk ke dalam Kebun Raya ini bayar dan tentunya nggak butuh seorang jenius, buat tahu kalau tempat publik seperti ini sudah pasti nggak boleh buang sampah sembarangan. 

Kalau dibilang alay marah, dibilang kampungan ngamuk apa lagi dibilang indon? Tapi kelakuan macam manusia nggak punya otak di taman  sebagus ini saja masih buang sampah sembarangan, apa masih bisa dibilang manusia? Well, cukup sudah, sekarang nikmati saja foto-fotonya. 



 
Related Post

The Shirt Search


We decide it to skip office and stright to mall not only for skip some routine dan stressfull but one of my friends gambon need badly some shirt, i'm kind person who doesnt really care where my shirt come. But for gambon being up dated with some branded shirt is really important, we spinning around for hours in mall and finally found some simple blue shirt on store name pull a bear. Yes its simple and expensive ata the same time...i just wanna said doh! for spend hundred on a shirt. 
Related Post

Candy Shop

Just another colourfull discovery at mall


Related Post

Matryoshka doll

Hari kedua setelah lebaran saya dan teman kantor tetap memutuskan untuk menikmati lenggangnya Jakarta kembali hilir mudik dari satu tempat papan atas ke tempat papan atas lainnya dan saya menemukan both boneka Russia atau Matryoshka doll. Cute stuff is like cryptonite for my pocket tapi untungnya kali ini saya lebih kuat dari superman, sekalipun tertulis disc 30% akal sehat lebih juara untuk berkata tidak pada boneka kayu rakyat dengan harga selangit but hey their so adorable. 


Related Post

The Mall Shape


Hari pertama setelah lebaran ternyata kantor hanya di isi tidak lebih dari tujuh orang saja, dari pada manyun di kantor saya bersama tiga orang teman memutuskan untuk bersenang-senang di tempat favorite warga ibu kota kelas atas. Mulai dari Gandaria City sampai Grand Indonesia kami sambangi sekadar menghilangkan kebutekan dan juga menghilangkan uang THR dari dompet.
Related Post

Kereta Api Di Pagi Buta

Pukul dua pagi, saya memutuskan untuk pergi dari rumah dan kembali menikmati Jakarta yang lenggang di kala lebaran. Namun apa dikata, ternyata semua bus di terminal habis untuk mudik, hingga akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan moda transpotasi paling menyesakan dada di kala hari normal, yakni kereta api. 

Sepi itu menyenangkan, andai setiap hari bisa seperti ini, impian busuk di tengah 250 juta manusia yang terus berkembang biak. Just enjoy the picture.







Related Post

Blog Archive

VIVA ID

Popular Artikel

Total Pageviews

Ini Baru Loh

Dari mana Energi Negatif di Rumah Kamu Berasal?

  Disclaimer Kali ini saya mau bikin rangkaian artikel tentang energi negatif di rumah sebab, punya pengalaman tentang hal ini dan ini ada...

Powered by Blogger.

.

.

Search This Blog

Protected by Copyscape Online Plagiarism Scanner

Subscribe Us

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

About

Newsletter

If you like articles on this blog, please subscribe for free via email.

Subscribe Us

Facebook