Facebook Me

download untuk Gramedia digital best romance novel

Tour De Museum Part 8 Museum Bank Indonesia



Museum bank Indonesia terletak di jalan pintu besar utara no 3 atau tepat di seberang statiun jakarta kota dan di luar area kota tua, museum bank Indonesia sendiri pada intinya adalah menampilkan sejarah Indonesia melalui perekonomian dan sejarah dari bank Indonesia itu sendiri. Secara keseluruhan ini adalah salah satu museum terbaik di Jakarta dan merupakan yang termodern, mulai dari penempatan display dan barang koleksi yang lebih banyak menggunakan pencahayaan dan teknologi. Sebelum masuk kita akan diminta untuk menaruh tas di tempat penitipan karena tidak boleh membawa apapun kecuali dompet dan barang berharga ke dalam. 

Walaupun tergolong modern dan megah museum bank Indonesia is free of charge aka gratis, cuma perlu mengisi buku tamu saja. Benar saja waktu isi buku tamu ternyata museum ini sepi pengunjung, bahkan resepsionisnya bilang "anda mahasiswa dari mana?" mungkin saking tidak pernah ada orang dewasa yang datang. Waktu saya datang hanya ada segerombolan anak-anak dari sekolah chinese dan satu keluarga bule, padahal hari itu minggu loh seharus tempat sebagus ini jadi menu wajib rekreasi keluarga.

Pertama kali masuk kita akan bertemu dengan ruangan bioskop sayang seribu sayang, ruang theater ini tidak dihidupkan filmnya mungkin karena sepi pengunjung.
Bagian pertama dari museum ini menyuguhkan cerita sejarah dari awal VOC datang namun lebih menekankan pada perdagangan dan perekonomian.
saya suka bagaimana museum ini membuat kita melihat sejarah dari sisi yang berbeda, bagaimana perekonomian Indonesia melalui masa penjajahan sampai masa kemerdekaan.
Salah satu cara termudah untuk memberikan gambaran sejarah adalah dengan diorama, di sini diorama dengan ukuran asli memperlihatkan bagaimana bank dan kegiatan ekonomi di jaman Belanda. Ternyata dahulu orang Belanda adalah pemilik bank dan orang cina bekerja sebagai kasir atau akuntannya.




Koleksi paling menarik terdapat balik pintu brangkas ini
ini bukan slot mesin jackpot seperti yang ada di las vegas, di dalam ruang kaca ini terdapat uang dari seluruh periode, mulai dari lembar pertama sampai yang terbaru di pamerkan.
Ngga pernah tahukan kalau indonesia punya uang sepuluh rupiah dengan gambar gatot kaca, di ruang ini ngga cuma uang Indonesia tapi juga dari seluruh dunia. Enaknya kita pun di beri fasilitas kaca pembesar untuk bisa lihat lebih jelas.
Ok i found this sign out side, doesn't this look like something from egypt or may i called part of illuminati?
The Building
Ok there something fishy about the building, terus terang museum bank Indonesia memakan setengah dari gedung bekas Belanda ini. Bangunan yang saya poto adalah museum bank Mandiri dengan kata lain museum bank Indonesia berhubungan langsung dengan  museum bank Mandiri, kalau begitu kenapa tidak ada akses langsung saja dari pada harus keluar dan masuk museum bank mandiri yang berjarak 500 meter.

Related Post

Tour De Museum Part 7 : Benteng Marlborough Bengkulu


Benteng Marlborough sebenarnya lebih pantas sebagai peninggalan budaya dari pada museum tapi pengelola merubah benteng yang di bangun tahun 1713-1719 menjadi sebuah museum sejarah Bengkulu, museum ini menyimpan koleksi semasa Inggris menguasai Bengkulu. Hanya saja memang tidak begitu banyak barang yang tersisa paling hanya meriam dan beberapa peluru yang disimpan pada ruang bawah tanah yang dahulunya berfungsi sebagai penjara. Terdapat satu ruangan yang diisikan poto-poto bagaimana Inggris datang menguasai Bengkulu, sekalipun minim koleksi benteng Marborugh memang bukan museum sejati. Nilai jual tempat ini bukan dikoleksinya, yang menarik justru terletak pada benteng itu tersebut. Bangunan yang ekstra luas dan menjulang ini bak castil yang ada di dongeng-dongeng eropa. Belum lagi letaknya yang dipinggir laut membuat benteng Marlborough menjadi menu wajib bagi traveller, tapi jika anda pecinta museum memang tidak terlalu bisa menghibur hati. Saya amat menyarankan untuk datang pada sore hari saja selain untuk menghindari panas dan keramaian, menikmati matahari tenggelam di benteng Marborough adalah pengalaman yang tiada duanya.


Ini adalah landasan putar 180* bagi meriam

Heran aja beneran ada kerangka manusia di tiga makam semen ini?
Kalau ada yang heran gimana rupa penemu bunga bangkai ini dia orangnya, konon Dr Josep ini kabarnya tanpa sengaja terdampar di batavia dan akhirnya ikut ekspedisi Thomas Stamford Raffles. Menurut sejarah Joseph akhirnya meninggal july 1818 di padang, tapi letak pasti makamnya sulit di temukan not even google could find it. Kalau ada yang tahu please comment.  
A view to the sea
Benteng Marlborough memang tidak punya koleksi untuk dibanggakan tapi sunset di benteng ini juara abis.
Monumen ini untuk Thomas Parr salah satu residen gubernur yang tewas ketika di serbu rakyat Bengkulu ia dimakamkan dalam benteng merupakan salah satu dari tiga makam semen di gambar no tujuh, monumen ini sendiri terletak 500 meter dari benteng Marlborough.




Related Post

Tour De Museum Part 6 : Museum Seni Rupa dan Keramik


Target saya kali ini untuk mengisi sabtu dan ngabuburit adalah museum seni rupa dan keramik, museum ini  terletak di komplek kota tua saling berseberangan dengan museum sejarah Jakarta dan museum wayang.  Dari tiga museum tersebut seni rupa dan keramik menempati gedung terbesar dan terbaik sayangnya malah kalah pamor dari sejarah jakarta dan wayang. Padahal secara pengelolaan museum seni rupa dan keramik jauh lebih baik, mulai dari penataan koleksi, kenyaman sampai toilet yang super bersih seluruh ruangan juga full AC. 

Bahkan terdapat galery untuk seniman lokal dan tempat belajar membuat keramik, soal koleksi museum seni dan rupa menyimpan lukisan dari beberapa pelukis ternama misal Raden saleh, Basuki abdullah, Popo iskandar serta lukisan dengan nilai sejarah tinggi rata-rata berusia tua mulai dari 1900-an. Koleksi keramiknya pun bikin betah mulai dari dinasti china tempo dulu sampai jaman majapahit, keramik majapahit adalah favorite  karena koleksi ini seperti yang biasa dilihat di film Indiana Jones jadi terkesan seperti museum purbakala. Tapi sayang seribu sayang ternyata kita tidak boleh foto-foto di dalam museum ini, begitu tanya sama penjaganya dia bilang "pakai kamera HP aja, kalau itu ngga apa-apa". Yuk mareee...mau ngga mau ya cuma bisa mengandalkan samsung galaxy Y dengan kualitas photo seadanya. Kalau ada yang pecinta seni, museum seni rupa dan keramik ini well recomended banget, sayang art ngga pernah jadi bagian hidup orang Indonesia alhasil sepi dah museum ini.

My favorite painting, wonder if they were being sell?
Here the history
Related Post

Look Closer The Sun Is Enchanted


I've had it come to this office to drag myself into the middle of the backwoodsman, who think they make a prestigious tv show.  But even in the worst place I could still find something beautiful, if only we want to take a closer look. Even the sun can still enchant like the moon.
Related Post

Tour De Museum Part 5 : Rumah Pengasingan Bung karno

Baru sadar kalau ternyata selama perjalanan keliling sumatera saya pernah mengunjungi sebuah semi museum yang menyimpan berbagai peninggalan presiden Soekarno selama masa pengasingannya di Bengkulu, tidak banyak yang bisa di lihat, selain berbagai macam barang-barang yang ada di kehidupan Soekarno selama diasingkan. Sayangnya di bagian belakang saya melihat langkah desperate pengelola yang menambahkan atraksi sumur ajaib, padahal waktu saya berkunjung yang datang tidak sepi-sepi amat. Mengingat tidak banyak museum di Bengkulu.



Related Post

Tour De Museum Part 4 : Museum Tekstil Jakarta


Hari pertama puasa saya memutuskan untuk datang ke museum terdekat dengan tempat kosan, belum lagi kalau mau pulang ke statiun tanah abang selalu lewat tempat ini. Museum tekstil jakarta terletak di jl.ks tubun no.2-4 jakarta barat (click for detail museumtekstiljakarta) saya datang sekitar pukul 11 siang begitu beli tiket di loket seharga Rp2000 saja, penjaga loketnya langsung bengong. Belakangan saya tahu kalau museum ini sepi pengunjung dan si penjaga loket kasih ekpresi "ngga salah nih dateng?", walaupun koleksinya tergolong minded banget ya cuma kain-kain saja. Tapi museum tekstil ini bersih dan rapi belum lagi terdapat taman yang nyaman, hanya saja ketika saya datang banyak yang tidak di buka. Seperti workshop batik, tempat souvenir dan ada beberapa bangunan yang saya sendiri sampai harus buka-buka pintu saking penasaran isinya apa.





Bagian belakang



Galeri Batik





In case ada yang heran tentang sejarah museum tekstil


Sayang banget padahal museum tekstil ini tergolong ok, berhubung saya memang tidak begitu tertarik dengan kain di tambah seperti zombi di kota mati. Cukup 30 menit menikmati museum tekstil jakarta, kalau saja ada cafetaria atau tempat nongkrong pasti saya lebih lama. Tempatnya inspiring tenang dan adem cocok buat nulis.



Related Post

Pengalaman Mencari Camera DSLR Di bawah 4 juta adakah?

Ini adalah pengalaman saya ketika memilih kamera proconsumer DSLR dengan kisaran harga dibawah 4 jeti, overall ada 5 merk yang wajib kalian pertimbangkan dengan catatan ke 5 kamera ini adalah untuk proconsumer practice with limited budget. Note proconsumer DSLR berbeda dengan DSLR, letak perbedaan mendasar adalah proconsumer DSLR tidak bisa untuk diganti lensanya, sementara pure DSLR interchangeable jadi pure DSLR dengan SLR hanya memiliki perbedaan mencolok pada ukuran dimana DSLR berukuran camera pocket.

Jika berbicara soal kemampuan proconsumer DSLR dengan pure DSLR tidak memiliki perbedaan significan hanya saja kemampuan proconsumer terbatas karena tidak mampu berganti lensa layaknya pure DSLR, karena kemampuan yang tidak bisa di upgrade ini maka memilih camera proconsumer menjadi faktor penting terlebih ketika mentok di kantong.


Canon Powershot G12


Pilihan pertama jatuh pada canon powershot G12 kualitas gambar yang tidak perlu diragukan lagi Hal ini membuat G12 ada di daftar pertama jika mau membeli proconsumer DSLR, jadi jangan heran kalau pricetag berkutat di angkat Rp 4.200.000.- 3.999.000. Kendala utama G12 memang terletak pada harganya yang mahal  dan hanya mampu 5x zoom belum lagi tetek bengek lain misal flash dan underwater housing bisa-bisa kantung jebol sampai lima juta. Tapi secara keseluruhan you get what you pay.

Menurut saya:
Sebernarnya saya tidak terlalu suka dengan  G12 ini karena cenderung lebay, warna-warna yang dihasilkan untuk photo indoor berbeda terlihat mencolok sekalipun detail sangat juara. Hal ini mungkin akan terlihat bagus bagi para anak muda yang gemar dengan burst colour atau ledakan warna mencolok. Namun jika anda traveller seperti saya tentu akan bete dengan warna lebay ini belum lagi dengan hanya 5X zoom. 



Nikon Coolpix P510

Posisi kedua dipegang oleh Nikon coolpix P510 dengan pricetag Rp 3.400.000, coolpix P510 menjadi most wanted item persediaan di beberapa toko kamera sulit bahkan beberapa toko yang saya hubungi sudah 6 bulan belum ada stock. Superzoom  42X LCD yang mampu dilipat, GPS, viewfinder adalah fitur komplet yang sulit di tolak dengan harga segitu. Masalah ada pada kualitas photo yang satu tingkat di bawah powershot G12 beberapa review menyatakan coolpix P510 memiliki banyak noise pada hasil photonya.  

Menurut saya:
Kelebihan coolpix P510 hanya pada value addednya saja dengan harga segitu kita sudah bisa dapat viewfinder, GPS, LCD lipat serta superzoom  42X namun untuk kualitas photonya memang tidak terlalu wah. Beberapa kali saya coba untuk photo outdoor terus terang sulit untuk membedakan dengan hasil jepretan camdy biasa. 


Olympus SP-810 UZ 

Olympus SP-810UZ adalah salah satu kamera dengan superzoom pertama yang muncul dipasaran, proconsumer DSLR dengan pricetag Rp 3.000.000 saja ini memiliki kelemahan fatal dengan tidak adanya viewfinder. Jadi kita harus selalu melihat LCD selebar 3 inch untuk memfoto dan ini cenderung membuat boros baterai, ini pula sebabnya Olympus berada di bawah coolpix P510 padahal kualitas poto berada di atas coolpix P510 dengan lebih mampu memberikan detail. Banyaknya fitur yang disunat membuat SP-810UZ ogah di incar pembeli.

Menurut saya:
Tapi di luar kelemahan tanpa viewfinder, GPS dan LCD lipat Olympus SP-810UZ ini berbentuk ringkas seperti G12. Hasil photo outdoor yang mampu menghasilkan warna sesuai aslinya serta sangat detail belum lagi kemampuan superzoom yang mampu mencapai kulit bulan menjadikan Olympus SP-810UZ kamera wajib bagi travellers. Satu hal yang membuat saya lumayan bete adalah terlalu sensitif mudah goyang jadi pastikan anda menggunakan tripod atau aktifkan fitur AF mode track jika tidak ingin photo anda kabur. 


Nikon Coolpix L810


Dengan pricetag hanya RP 1.800.000 Nikon coolpix L810 mungkin menjadi proconsumer DSLR termurah di pasaran, walau begitu coolpix L810 merupakan proconsumer DSLR dengan pixel terbesar yakni 16 megapixel. Coolpix L810 mempunyai beberapa minus yang membuatnya malah terlihat seperti camera digital biasa, tidak ada viewfinder, hanya 26x zoom dan yang terparah masih menggunakan empat buat baterai. Kendati diklaim mampu menghasilkan 1000 shot, bayangkan menggunakan superzoom 26X, LCD 3 inch dan flash belum lagi video dengan hanya mengandalkan empat buah baterai?. 

Menurut saya:
Coolpix L810 bagai buah simalakama satu sisi mengunakan baterai membuat anda bisa dengan mudah dan cepat menggantinya jika habis tanpa harus mencharge tapi tentunya daya tahan baterai tidak akan seawet baterai li-po dan lithium. Bisa diakali dengan membeli empat buah baterai lithium beserta chargernya namun itu artinya anda harus mengeluarkan uang extra. Sedang untuk kualitas photo terus terang dari kacamata saya sih tidak ada bedanya dengan saudara P510 ini adalah versi mumer yang disunat fitur-fiturnya singkat kata Coolpix L810 menjadi proconsumer DSLR yang cocok bagi anak remaja dengan koran sekolahnya. 


Fujifilm Finepix HS20EXR


Sebenarnya wajar finepix ini dibandrol Rp 3.999.000 fiturnya selengkap dengan coolpix P510 hanya saja kualitas serta branding fujifilm yang masih kalah dibanding canon, nikon dan olympus. Review dari mbah google menyatakan noise semakin terlihat seiring dengan bertambah besarnya ISO dan yang tidak masuk akal dengan fitur komplet finepix HS20EXR ini hanya bermodalkan tenaga dari empat buah baterai alkaline? sekalipun bisa pakai baterai recharge dengan fitur seabrek ini empat buah baterai bisa tahan berapa jam? coolpix P510 saja sudah pakai baterai lithium dengan harga lebih murah. 


Menurut saya:
Terus terang saya tidak tahu kualitas photo karena lihat merknya saja saya sudah malas namun di kisaran harga segitu dengan fitur sama banyak merk apa lagi? sialnya pemakaian empat buah baterai AA semakin mengurangi minat saya untuk mencoba. 

Jadi apa yang saya beli?

Pertimbangan saya pertama ada ya apa lagi kalau bukan duit, lalu kebutuhan saya sebagai tukang jalan-jalan. Pilihan hanya jatuh apa coolpix P510 dan Olympus SP 810-UZ sementara G12 lupakan saja selain harganya selangit 5X zoom terasa sia-sia bagi saya. 

Pilihan saya jatuh pada Nikon coolpix P510 karena fiturnya yang komplet abis sekalipun kualitas photo memang tidak juara namun bagi mata awam tidak akan begitu terasa. Setelah menunggu berbulan-bulan coolpix P510 tidak juga kunjung tersedia di Jakarta, mungkin semua orang sama pintarnya dengan saya hingga barang ini sold out. Dari pada terlalu lama bengong akhirnya saya memutuskan untuk mengambil Olympus SP 810-UZ dan overall saya puas dengan performa serta kualitas photonya, bahkan saya sekarang jadi stalker apartemen tetangga thanks to 36X superzoom.



Related Post

Blog Archive

VIVA ID

Popular Artikel

Total Pageviews

Ini Baru Loh

Dari mana Energi Negatif di Rumah Kamu Berasal?

  Disclaimer Kali ini saya mau bikin rangkaian artikel tentang energi negatif di rumah sebab, punya pengalaman tentang hal ini dan ini ada...

Powered by Blogger.

.

.

Search This Blog

Protected by Copyscape Online Plagiarism Scanner

Subscribe Us

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

About

Newsletter

If you like articles on this blog, please subscribe for free via email.

Subscribe Us

Facebook